Pemprov NTT Akan Tutup Taman Nasional Komodo Selama Setahun. Pengusaha Wisata pun Kelabakan!

Kabar mengejutkan lagi-lagi datang dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, atau lebih tepatnya Gubernur NTT, Viktor Laiskodat. Sebelumnya, ia melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut jika tidak ada perlindungan untuk manusia di Taman Nasional Komodo jadi manusia boleh mati sementara Komodo harus dilindungi dan tidak boleh mati. Tak cukup di situ saja, ia juga mewacanakan untuk menaikkan tiket masuk TN Komodo sebesar 500 USD (7 juta rupiah) untuk turis asing dan 100 USD (1,4 juta rupiah) untuk turis domestik.

Nah, kali ini Gubernur NTT tersebut membuat pernyataan kontroversial terkait Taman Nasional Komodo. Ia melemparkan wacana bahwa Taman Nasional Komodo akan ditutup selama setahun. Sontak, terjadi kegaduhan di kalangan pelaku usaha pariwisata. Gimana dong kalau Pulau Komodo dan sekitarnya ditutup setahun lamanya?

Pemprov NTT akan menutup TN Komodo untuk penataan kembali kawasan konservasi komodo ini agar lebih baik ke depannya. Dampak overtourism cukup berpengaruh kepada komodo dan juga makanan utamanya, yakni rusa. Viktor menyatakan bahwa perburuan liar terhadap rusa di Taman Nasional Komodo kian tak terkendali. Jika rusa di sana habis, maka Komodo akan kurus dan saling memangsa satu sama lain.

Pernyataan ini bertolak belakang dengan target kunjungan wisatawan ke Indonesia dari Kemenpar.

Tinggalkan komentar